Kenali Lebih Dekat Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah

Indonesia menjadi salah satu dari Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Jumlahnya sekitar 87% dari total keseluruhan penduduk yang berdomisili di Nusantara. Berbicara tentang salah satu tempat ibadah umat Islam, Masjid Agung Jawa Tengah memiliki ciri khas tersendiri.

Megahnya Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah

Wisata religi ke Semarang jangan lupa untuk menyempatkan diri beribadah di Masjid Agung di provinsi Jawa Tengah. Tempat shalat yang megah tersebut merupakan kebanggaan bagi masyarakat sekitar. Sejak dibangun dari tahun 2001 bangunan khas nuansa Keislaman ini berdiri kokoh pada luas area 10 Ha. Lantas apa saja pembeda dari tempat lain?

Masjid Agung Jawa Tengah 2

  1. Payung Raksasa Hidrolik

Menelusuri plasa Mesjid Agung jamaah akan melihat enam payung raksasa yang dapat mengembang dan menguncup secara otomatis. Bentuknya mirip sekali dengan payung hidrolik di Mesjid Nabawi. Sehingga seola-olah membuat pengunjungnya hanyut dalam nuansa mengunjungi kota Madinah.

Payung raksasa tersebut memiliki ketinggian 20 meter dengan lebar bentangan mencapai 14 meter. Biasanya akan dibuka pada saat shalat Jum’at, Idul Adha hingga Idul Fitri dengan kekuatan angin sebesar 200 knot atau sama dengan 370 km/jam.

Masjid Agung Jawa Tengah 3

  1. Menara Al-Husna

Bila umat Islam ingin berkunjung ke Menara Al-Husna akan dikenakan biaya tiket sebesar Rp. 7.500. Membayar biaya yang murah tersebut, pengunjung dapat memasuki menara dengan berbagai ruang unik dan menarik. Beberapa di antaranya sangat khas dengan nuansa keislamannya.

Tinggi menara mencapai 99 meter menyesuaikan angka pada Asmaul-Husna. Di dalamnya terdapat Studio Dakwah Islam. Kemudian pada lantai 2 terdapat Museum yang menyimpan Mushaf Al-Akbar berukuran panjang 145 cm dan lebar 95 cm. Terdapat resto putar lalu 5 buah teropong di puncaknya.

  1. Bedug Ijo

Pada bagian dalam sisi Timur Laut masjid terdapat bedug Ijo hasil kerajinan Kiai Haji Ahmad Shabri. Dibuat dengan bahan kayu waru dengan ukuran panjang 3 meter dan lebar 2 meter diameter 186cm. Selain itu disediakan pula Kentongan Ijo berada tidak jauh dari bedug tersebut.

Dahulu bedug digunakan sebagai penanda waktu shalat namun di zaman modern sekarang ini, jam waktu shalat sudah disediakan hampir di setiap masjid, tanpa terkecuali masjid Agung Jawa Tengah. Meskipun bedug ijo jarang digunakan namun perannya di masa lalu sangat besar.

  1. Ruang Utama

Pada ruang utama masjid Agung terdapat 2 lantai masing-masing untuk menempatkan jama’ah pria dan wanita secara terpisah. Ruang utama ini dapat menampung sebanyak 6000 orang. Jam digital masjid juga turut menghiasi bagian dinding. Sedangkan kubahnya memiliki ukuran diameter sebesar 20 meter.

Saat memasuki jam shalat para jama’ah akan berkumpul di ruang utama ini untuk melakukan ibadah fardhu maupun sunah. Bangunan induk memiliki 4 Minaret dengan tinggi masing-masing 62 meter. Salah satunya bahkan dilengkapi elevator khususnya bagian depan posisi sebelah timur.

  1. Lapangan Sekitar Masjid

Bagian Lapangan masjid memiliki luas 7.500 meter persegi bahkan dapat menampung sekitar 10.000 orang sebagai bentuk perluasan tempat shalat. Plasa masjid Agung ini memiliki Gerbang Al-Qanathir bergaya Yunani dengan penyangga sebanyak 25 tiang mencerminkan 25 Nabi dan Rasul Allah SWT.

Banner Gerbang bertuliskan kaligrafi dengan dua kalimat Syahadat. Pada bagian lainnya ditulis dengan huruf Arab yang dimodifikasi dalam bahasa Jawa dengan kalimat Sucining Guna Gapuraning Gusti atau dapat diartikan sebagai tekad dan upaya tulus akan membawa pada Keridhaan Allah.

  1. Batu Prasasti

Tidak jauh dari plasa Masjid Agung Jawa Tengah, terdapat sebuah batu prasasti sebagai bentuk diresmikannya tempat ibadah umat Islam yang megah ini pada tanggal 14 November 2006. Batu prasasti tersebut ditandatangani oleh Bapak Presiden RI ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono.

Tinggi batu prasasti tersebut mencapai 3.2 m dengan bobot 7.8 ton. Lebih menarik lagi benda tersebut dipahat oleh Nyoman Muhammad Alim. Batu tersebut murni berasal dari alam tepatnya di lereng Gunung Merapi. Sampai saat ini prasasti tersebut masih kokoh berdiri di tengah-tengah genangan air.

Berbagai Fasilitas Masjid Agung Jawa Tengah

Sebaiknya ketika jamaah memasuki masjid dimanapun untuk tidak lupa dalam melakukan doa masuk dan keluar masjid tanpa terkecuali Masjid Agung Jawa Tengah. Masih ada lagi beberapa fasilitas lain dapat dimanfaatkan oleh jamaah atau pengunjung dari daerah lain untuk mencoba fasilitas lain, seperti:

  1. Pusat Jajanan

Jamaah yang kebetulan ingin mengisi perutnya dengan makanan atau sekedar membawa oleh-oleh untuk diberikan pada sanak saudara, dapat mengunjungi pusat jajanan beraneka ragamnya. Posisinya tidak jauh dari masjid yakni di bagian timur dan selatan.

Pusat jajanan tersebut dikelola oleh Lembaga Pengembangan Usaha Masjid. Makanan yang dijual berupa kue, keripik, minuman ringan, obat-obatan herbal dan madu. Umat Islam sebaiknya mendatangi tempat kuliner tersebut usai menunaikan shalat setelah waktu adzan dan iqomah dikumandangkan.

  1. Lahan Parkir

Di bagian bawah Plasa Masjid Agung terdapat lahan parkir khususnya untuk menampung kendaraan para jemaah yang kebetulan ingin mengikuti pengajian atau dzikir akbar sehingga diperlukan tempat parkir lebih luas untuk menampung lebih dari 500 mobil dan sepeda motor.

Biaya parkir umumnya yang membawa kendaraan bermotor roda dua akan dikenai Rp. 1.000. Tempat parkir yang luas tersebut diperkirakan mampu memenuhi kapasitas 670 sepeda motor dan 680 mobil. Jadi, bagi pengunjung wisata religi tidak perlu khawatir untuk menempatkan kendaraannya.

  1. Convention Hall

Lahan yang luas di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah masih terdapat lagi Auditorium. Posisinya berada di sisi kanan Masjid. Seperti convention hall pada umumnya, bangunan ini dapat digunakan untuk acara pameran, resepsi pernikahan, wisuda dan pertemuan khusus.

Daya tampungnya juga tergolong besar hingga dua ribu orang dapat memenuhi auditorium tersebut. Di dalamnya sudah disediakan pengatur suhu ruangan, 2 layar datar, layar gulung, kursi susun sebanyak 200 unit, 5 ruang ganti, kamar rias, ruang penyajian makanan dan masih banyak lagi.

Lihat juga: masjid terbesar di Indonesia

  1. Office Hall

Fasilitas lainnya yang juga disediakan adalah office hall atau biasa disebut juga ruang perkantoran namun disewakan untuk kepentingan umum. Mampu menampung kapasitas hingga 700 orang untuk kepentingan jamuan makan, ruang serbaguna, panggung hiburan, pelaminan dan ruang ganti.

Jadi bagi pihak penyewa ruang perkantoran tidak perlu khawatir kesulitan untuk menunaikan shalat bila jam masjid sudah menunjukkan waktunya maka kumandang adzan akan terdengar jelas. Maka dari itu luangkan waktu sejenak untuk menunaikan kewajiban utama sebagai umat Islam.

  1. Balai Pengobatan Umum

Demi menyediakan layanan kesehatan bagi Jamaah, maka turut disediakan juga poliklinik bagi mereka yang ingin memeriksakan kondisi kesehatan tubuh atau keadaan giginya. Sehingga tidak perlu jauh-jauh mencari tempat di luar Masjid. Jam bukanya mulai pukul 10 pagi hingga 8 malam.

Demikianlah penjabaran lebih jauh tentang Masjid Agung Jawa Tengah yang berdiri megah serta memberikan fasilitas lengkap dan kenyamanan dalam beribadah.