Menara Masjid Berfungsi sebagai Tempat Azan dan 4 Fungsi Lainnya

Menara Masjid Berfungsi sebagai Tempat

Menara masjid yang disebut minaret merupakan menara yang biasanya ditemukan di suatu sudut masjid. Arsitektur tersebut membantu menara masjid berfungsi sebagai tempat muadzin menyuarakan azan. Menara ini berupa bangunan tinggi yang memiliki kerucut atau kubah berbentuk seperti bawang. Adapun bangunannya lebih tinggi daripada sekelilingnya.

Bangunan umum menara masjid meliputi lantai dasar, batang, serta kepala. Penampilannya beragam sesuai daerah serta waktu dibangunnya. Menara menjadi titik fokus visual serta merupakan suatu ciri khas yang ada pada masjid. Meski secara umum menara masjid berfungsi untuk tempat muadzin menyuarakan azan, namun terdapat fungsi lainnya, antara lain:

1. Sebagai Tempat Menyuarakan Azan

Menara Masjid Berfungsi sebagai Tempat

Hal utama yang perlu diketahui bahwa menara masjid berfungsi sebagai tempat muazin untuk menyuarakan azan. Pada zaman Rasulullah, menara pada masjid sebenarnya belum tersedia. Namun muazin pertama, Bilal bin Rabah, pernah naik ke atap sebuah rumah demi menyuarakan azan.

Riwayat yang lainnya juga menceritakan Bilal naik ke atas dinding masjid demi menyuarakan azan. Berdasarkan riwayat-riwayat itu, atap rumah dan dinding masjid merupakan model awal dari menara masjid atau minaret yang lebih tinggi.

Demi mendukung fungsinya ini, minaret dapat diberi jam masjid digital beserta jadwal sholat otomatis. Hal tersebut akan sangat menguntungkan, karena jam tersebut dapat menampilkan jadwal sholat lima waktu. Sehingga azan bisa lebih tepat waktu.

2. Berfungsi sebagai Penggambaran Sejarah

Menara Masjid Berfungsi sebagai Tempat

Umumnya ada 5 gaya serta bentuk minaret. Gaya dan bentuk tersebut antara lain menara variasi, menara klasik, menara segiempat, menara silinder, serta menara spiral. Hal ini dipengaruhi oleh daerah, waktu, serta sejarah pembangunannya.

Indonesia memiliki berbagai karakteristik minaret berdasarkan pengaruh yang tengah dominan di zaman pembangunannya. Contohnya, menara yang dipengaruhi kebudayaan Portugis, menara bergaya mirip Bale Kulkul. Adapun menara yang dipengaruhi kebudayaan Belanda dan berbentuk menyerupai mercusuar.

3. Membantu Membedakan Masjid dengan Bangunan Sekitarnya

Menara Masjid Berfungsi sebagai Tempat

Menara masjid yang didesain dengan menjulang ke atas dapat membantu membedakan masjid dari struktur arsitektur di sekelilingnya. Hal tersebut membuat menara masjid menjadi titik fokus visual.

Selain itu, memberitahu orang muslim sekitarnya mengenai keberadaan masjid. Fungsi ini biasanya akan sangat membantu bagi para musafir yang sedang mencari masjid untuk melaksanakan sholat di tengah perjalanannya.

4. Berfungsi Sebagai Lokasi Wisata Religi

Menara Masjid Berfungsi sebagai Tempat

Menara masjid, khususnya menara masjid dengan sejarah berharga, dapat berfungsi menjadi lokasi wisata religi. Contohnya Masjid Menara Kudus yang merupakan peninggalan Sunan Kudus dalam menyebarkan ajaran Islam pada wilayah Jawa Tengah. Menara masjid tersebut menjadi tempat wisata religi karena sejarah dan keunikan bentuk menaranya.

Baca juga: bentuk atap masjid kuno

5. Double function sebagai Menara Pandang

Pada sebagian daerah, menara masjid memiliki double function sebagai menara pandang. Menara seperti ini umumnya ada pada masjid di daerah tepi sungai dan pelabuhan. Contohnya adalah Masjid Agung Jawa Tengah yang ada di Semarang.

Masjid tersebut mempunyai menara dengan tinggi hingga 99 meter dan dilengkapi dengan teropong. Melalui teropong di menara ini bisa dilihat pemandangan Kota Semarang berlatarkan birunya Laut Jawa.

Demikian 5 fungsi dari menara masjid untuk umat Islam. Hal utama yang diketahui dari menara masjid berfungsi sebagai tempat azan saja, ternyata salah, karena lebih dari itu. Ada banyak fungsi menara masjid yang bermanfaat bagi umat Islam dan juga bagi umat lain.

error: Content is protected !!