Berikut ini Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid yang Wajib Diketahui

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid

Maulid Nabi menjadi acara wajib yang rutin diperingati oleh umat Muslim. Maulid atau Milad sendiri diartikan sebagai peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beberapa daerah merayakan Maulid Nabi setelah jam waktu sholat. Tentunya dengan susunan acara yang  mengedepankan kebersamaan dan kekhusyu’an. Namun bagaimana sebenarnya susunan acara Maulid Nabi yang tepat? Berikut ini adalah contoh susunan acara Maulid Nabi di Masjid yang perlu diketahui:

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid

1. Pembukaan

Contoh susunan acara Maulid Nabi di Masjid yang pertama biasanya akan diawali dengan Sholawat serta Salam sebagai pembukaan. Ada ucapan terima kasih juga terhadap ketersediaan kehadiran tamu undangan yang telah hadir. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pujian-pujian serta panjat syukur kehadirat Allah SWT.

Rasa syukur yang dipanjatkan ini sebagai bentuk terima kasih atas kesehatan dan segala nikmat yang telah Allah berikan kepada hamba-Nya. Setelah memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, disambung dengan sholawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW akan dikumandangkan bersama-sama.

2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an

Susunan acara kedua yang bisa dijadikan referensi adalah dengan menyertakan bacaan-bacaan ayat suci Al-Qur’an. Bacaan Al-Qur’an akan dibawakan oleh orang yang sudah ditunjuk saat rembukan sebelum acara dilaksanakan. Selain itu Saritilawah juga bisa menjadi salah satu agenda wajib yang seringkali disertakan dalam acara membaca Al-Qur’an saat Maulid Nabi Muhammad SAW.

3. Sambutan

Sambutan merupakan susunan ketiga dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada susunan acara yang ketiga ini biasanya akan berisi tentang alasan diadakannya acara dan rasa terima kasih atas kehadiran tamu undangan.

Penyelenggara acara, panitia penyelenggara acara serta tokoh masyarakat setempat akan menjadi tokoh yang mengisi sambutan dalam acara. Pada susunan acara yang ketiga ini, pengisi acara akan memberikan sambutan secara bergantian dan berurutan sesuai susunan yang dibuat dan menunggu dipersilakan oleh pembawa acara.

4. Penampilan dari Pengisi Acara

Acara yang keempat sebagai contoh susunan acara Maulid Nabi di Masjid biasanya akan ada pengisi acara sebagai selingan dalam susunan acara Maulid Nabi. Untuk pengisi acara atau penampil dalam Maulid Nabi, seringkali adalah tim Hadroh. Grup Musik yang menyajikan tembang-tembang Islami diingiri musik khas dari rebana dan penyertanya ini akan menjadi penampil sempurna dalam acara  Maulid Nabi di Masjid.

5. Ceramah Oleh Tokoh Agama

Ceramah akan menjadi contoh susunan acara yang kelima dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ustaz yang telah ditunjuk sebagai pengisi acara akan memberikan ceramah dan pengetahuan-pengetahuan tentang Maulid Nabi kepada jama’ah.

Materi yang akan dibawakan dalam ceramah biasanya akan dipersiapkan oleh Ustadz selaku pembawa acara dan diberitahukan oleh panitia selaku penyelenggara acara. Dalam sesi ini, tidak jarang Ustadz juga akan mengajak jamaah untuk mengumandangkan pujian-pujian kehadirat Allah SWT dan NAbi Muhammad SAW.

6. Do’a dan Penutup

Do’a akan menjadi penutup dalam susunan acara Maulid Nabi. Biasanya Do’a akan dibawakan oleh seseorang yang sebelumnya telah ditunjuk oleh panitia dan telah melalui proses diskusi terlebih dahulu. Dalam sesi ini Ustadz atau pembaca Do’a akan mengajak jama’ah memanjat kan rasa syukur serta permohonan ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa.

Setelah pemanjatan Do’a kepada Allah SWT, maka sebagai acara terakhir adalah penutup yang akan kembali dibawakan oleh pembawa acara. Dalam sesi penutup ini pembawa acara akan menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf atas kesalahan yang sengaja maupun tidak selama acara berlangsung. Dan sebagai akhir adalah salam penutup dari pembawa acara.

Itulah tadi contoh susunan acara Maulid Nabi di Masjid yang seringkali menjadi suatu susunan wajib dalam peringatan hari lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW. Contoh susunan acara di atas tersebut akan dapat terselenggara dengan baik apabila dalam penyusunan serta pelaksanaannya dilakukan dengan tepat dan tersusun dengan rapi sesuai rencana. Selain itu dalam penyelenggaraannya juga akan terlaksana dengan baik atas kehendak Allah SWT selaku Zat pemilik alam semesta seisinya.


Artikel ini ditulis oleh Tim Penulis Jam Masjid Digital Running Text Sintesa Digitronic yang di ambil dari berbagai sumber. Semoga memberi manfaat.

error: Content is protected !!