Fungsi Setiap Unsur dalam Susunan Panitia Pembangunan Masjid

Masjid sebagai sarana ibadah hendaknya dibangun senyaman mungkin. Hal ini bisa dilakukan secara gotong-royong bersama warga lingkungan sekitar. Dalam hal ini penting untuk mengatur susunan panitia pembangunan masjid, sehingga lebih tertata. Untuk mewujudkan pembangunan yang lancar, dibutuhkan kerja sama yang solid.

Susunan Panitia Pembangunan

Struktur kepanitiaan terdiri dari berbagai unsur dengan fungsi yang beragam. Masing-masing bagian memiliki fungsi utama yang harus dilakukan. Setiap bagian dari susunan kepanitiaan penting untuk dipahami. Hal ini sebagai upaya untuk bisa memahami fungsi dan tugasnya masing-masing

Dalam susunan kepanitiaan, secara umum terdapat panitia inti dan seksi bidang. Panitia inti merupakan bagian yang paling krusial dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Selain itu, didukung dengan seksi bidang yang ikut menjalankan tugasnya masing-masing. Adapun fungsi dari setiap unsur susunan kepanitiaan yakni sebagai berikut:

Susunan Panitia Pembangunan Masjid

1. Pelindung

Pertama, dalam susunan kepanitiaan terdapat jabatan pelindung. Berfungsi untuk melindungi atas nama panitia. Pelindung memiliki wewenang untuk melakukan pembentukan, perubahan, serta pembubaran panitia.

Selain itu, setiap program yang diajukan, mencakup anggaran yang direncanakan harus berdasar pada persetujuan pelindung. Berdasar persetujuannya, setiap keputusan menjadi bersifat resmi.

2. Pembina

Selanjutnya, dalam susunan panitia pembangunan masjid harus ada pembina. Dalam hal ini, pembina memiliki tugas utama yang hampir sama dengan pelindung. Pembina memiliki wewenang untuk memberikan persetujuan, pembentukan, perubahan dan pembubaran panitia. Dalam hal ini, pembina dituntut untuk bisa mengevaluasi setiap laporan pertanggungjawaban yang diterima.

3. Penasihat

Dalam hal ini, seorang penasihat bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang dilakukan. Selain itu, dituntut untuk memberikan nasihat atau pun saran yang bermanfaat untuk pembangunan. Setiap nasihat dan saran akan menjadi bahan pertimbangan seluruh panitia.

4. Ketua Panitia

Setiap kegiatan, tentunya terdapat jabatan ketua. Begitu pun dalam susunan panitia pembangunan masjid. Ketua memiliki tugas untuk mengatur secara terorganisir setiap unsur yang tersusun dalam susunan kepanitiaan. Selain itu, ia juga harus senantiasa menjadi pemimpin dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab unsur kepanitiaan. Disamping itu, ketua juga dituntut untuk bisa memimpin musyawarah yang dilakukan.

5. Sekretaris

Keberadaan jabatan sekretaris berfungsi untuk melancarkan segala tugas yang berhubungan dengan kesekertariatan. Ia bertugas untuk membuat, mencatat, mengadministrasikan hingga menyusun setiap laporan terkait pembangunan masjid.

Perihal surat menyurat pun merupakan tanggung jawab sekretaris. Dalam hal ini, seorang sekretaris harus mampu melakukan tugasnya untuk menjaga data yang tersedia.

6. Bendahara

Unsur lainnya yakni jabatan bendahara yang memiliki tugas dan fungsi untuk menyusun anggaran pembangunan secara terperinci. Ia juga bertugas mengatur keluar-masuknya dana dalam pembangunan masjid.

Secara umum, tugas dari seorang bendahara mencakup rancangan biaya, menyajikan pembukuan, pengendalian hingga menyajikan laporan keuangan yang diamanatkan secara terperinci.

Baca juga: kata-kata pembangunan masjid

7. Seksi Bidang

Setiap susunan kepanitiaan tentunya memiliki unsur seksi bidang. Dalam pembangunan masjid pun terdapat beberapa seksi bidang yang dibutuhkan.

Setiap seksi bidang memiliki tugasnya masing-masing. Dalam pembangunan masjid, seksi bidang yang dibutuhkan mencakup seksi perencanaan dan teknik pelaksanaan pembangunan, seksi penggalangan dana, seksi hubungan masyarakat, seksi umum dan legal, seksi keamanan dan seksi konsumsi.

Nah, itulah beberapa fungsi dari susunan panitia pembangunan masjid yang perlu diketahui. Hal ini sebagai salah satu wawasan untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik sesuai jabatan yang diemban.

Apapun jika dilakukan dengan gotong royong dan kerja sama akan terasa lebih ringan dipikul. Maka dari itu, penting sekali membangun sinergi yang baik antara unsur satu dengan yang lainnya dalam susunan kepanitiaan yang dibentuk.

error: Content is protected !!