Berikut 5 Fakta Menarik Masjid Terapung di Palu Hingga Menjadi Ikon Sulawesi Tengah

Masjid Terapung Di Palu – Banyak cerita menyisakan di palu dan donggala setelah terjadi Tsunami dan Gempa. Sekitar pantai Talise masjid Terapung dan Masjid Babu Rahman rusak tersebar di media social. Di area masjid benyak pohon – pohon yang tumbang yang didalam sebuah video yang dirilis oleh Kompas TV.

Gelombag Tsunami juga menyapu berbagai barang seperti Televisi, Kulkas dan juga mobil tersapu ke perairan. Di dekat pantai taman ria, yakni masjid terapung yang merupakan tempat wisata dan religi di kampung lere. Di kota palu taman ria memliki luas sekitar 5 kilometer yang merupakan salah satu obyek wisata.

Dikawasain ini juga terdapat jembatan yang membentang di dekat masjid terapung yang menjadi ikon selain masjid terapung. Seorang pengusaha SPBU di palu Muhammad hasan bajamal menanggung seluruh pembangunan masjid tersebut. Korban jiwa yang mencapai ribuan dari dahsyatnya bencana ini disaksikan oleh masjid yang memilki nama asli Arkam Babu Rahman.

Sebagai tempat dan objek wisata religi oleh pemerintah karna mempunyai fakta unik dari masjid Arkam Babu Rahman tempat ibadah umat muslim. Dirangkum dari berbagai sumber maka ini dia fakta unik masjid berlokasi di Jln. Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat.

Warna Kubah berubah – ubah

Dari kubah masjid yang berada di pinggiran pantai ini, pada saat malam tiba memberikan sebuah keindahan Warna – warni yang dibuat oleh kubah ini merupakan alat yang didatangkan dari china. Warna putih, merah, jingga, merah muda, ungu dan hijau yang di pancarkan oleh kubah tersebut.

Sebagai untuk mengenang penyebaran Islam di Tempat tersebut

Di tanah tersebut dahulu ada wali yang menyebarkan agama islam sehingga dibangunlah sebuah masjid di tepi pantai yang pernah dihantam oleh gelombang tsunami. Sumatra barat merupakan asal dari  Datuk Karama alias Syekh Abdullah Raqi. Hingga saat ini Datuk Karama selalu dikenang atas jasa nya menyebarkan islam di Palu abad ke 17.

Merupakan ikon Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah menjadikan masjid Arkam Babu Rahman sebagai Ikon dengan segudang keunikan dengan letak yang jauh dari kota. Sepanjang 43 Km garis pantai yang dimiliki teluk pantai adanya bangunan ini.

Pemandangan Indah melatarbelakangi Masjid Ini

Panorama cukup memukau yang disuguhkan oleh masjid yang letakknya tepat berada di bibit pantai dengan jumlah pilar penyangga 25 penyangga. Ketika menanti saat berbuka puasa tiba jamaah menjadikan tempat ini sebagia tempat ngabuburit di bulan puasa, jadi tidak heran.

Dengan keindahan yang diberikan dan lokasi yang sangat strategi untuk berfoto, para pengunjung mengabadikan moment nya di lokasi yang Instragramable. Jadi memiliki kepuasan tersendiri jika sudah berkunjung ke masjid terapung kota palu ini.

Lihat juga: Masjid terbesar di dunia

Tidak Terlalu Besar Kapasitas

Sekitar 150 jamaah yang dapat di tampung di masjid yang rampung pengerjaannya pada tahun 2011 lalu. Ketika bulan puasa tiba masjid ini selalu penuh, sebelum diterjang tsunami di kota palu.

Di tahun 2018 silam tsunami dan gempa bumi merupakan tanda – tanda kebesaran allah yang dibuktikan dari fakta – fakta masjid Arkam Babu Rahman ini. Mungkin cukup sekian pembahasan tentang 5 Fakta Menarik  Masjid Terapung di Palu Hingga Menjadi Ikon Sulawesi Tengah.

Jangan lupa untuk berkunjung di masjid terapung palu sekarang, jika kamu berada di Sulawesi tengah. Dapatkan momen – momen indah yang diberikan masjid tersebut.Semoga dengan adanya artikel ini kita semua selalu ada dalam lindungan Allah SWT.

error: Content is protected !!