Masjid Raya Al Mashun, Profil, Sejarah dan Keindahan Arsitekturnya

Masjid Raya Al Mashun dikenal sebagai masjid peninggalan Kesultanan Deli. Bisa dibilang bahwa Masjid ini satu di antara Masjid yang mempunyai sejarah panjang. Di samping itu bangunan Masjid juga menjadi bukti akan keberadaan dari Kesultanan Deli.

Selain sejarah yang dimiliki, sisi menarik yang dimiliki oleh Masjid ini juga datang dari seni arsitektur yang ditampilkan. Dimana arsitektur yang dihadirkan cukup khas akan budaya Melayu yang di akulturasi dengan budaya asing.

Untuk mengetahui informasi selebihnya bisa disimak sebagaimana uraian berikut:

Masjid Raya Al Mashun

Profil Masjid Raya Al Mashun

Nama Masjid:Masjid Raya Al Mashun
Alamat:Kel. Mesjid, Kec. Medan Kota, Prov. Sumatra Utara
Tahun Dibangun:1906
Negara:Indonesia
Buka:

Masjid Raya Al Mashun

Sejarah Masjid Raya Al Mashun

Masa pembangunan Masjid Agung ini bermula pada tahun 1906. Yang pada saat itu bertepatan dengan masa kekuasaan dari Kesultanan Deli yang ada di bawah kepemimpinan Sultan Makmun al Rasyid.

Masjid ini pertama kalinya dipakai untuk kegiatan keagamaan terjadi pada tanggal 10 Bulan September tahun 1909. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari Jumat pada Bulan Sya’ban pada tahun 1327 Hijriyah.

Masjid Raya Al Mashun

Awalnya sang Sultan memang memiliki keinginan untuk memajukan peradaban yang terdapat di Kesultanan Deli saat itu. Hingga ada yang menyebutkan bahwasanya itu merupakan indikasi bahwa pada masa kepemimpinan tersebut terjadi masa kejayaan.

Bahkan menurut sebuah penelitian menyebutkan bahwa pada masa itu, Kesultanan Deli tengah mengalami perkembangan pesat pada bidang perdagangan tembakau. Lantaran itulah sang Sultan berkeinginan untuk melakukan pembangunan sejumlah fasilitas untuk menunjang kemajuan Kesultanan Deli.

Masjid Raya Al Mashun

Lokasi

Jika berbicara mengenai lokasi tempat berdirinya Masjid ini ada pada Jalan Sisingamangaraja yang ada di Kecamatan Medan Kota. Wilayah ini termasuk dalam Kota Medan yang menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Utara.

Masjid Raya Al Mashun

Untuk proses pembangunan Masjid satu ini setidaknya dana yang diperlukan diketahui menjadi mencapai 1 gulden. Dimana dana ini bakal ditanggung oleh pihak dari Kesultanan Deli pada mulanya.

Akan tetapi lantaran sebab terjadinya keruntuhan pada Kerajaan Melayu yang terdapat di tanah Sumatera Timur. Mala proses penyelesaian pembangunan ini kabarnya dibantu oleh seseorang yang asalnya dari etnis Tionghoa.

Masjid Raya Al Mashun

Arsitektur

Jika jamaah berkunjung ke Masjid ini, maka jamaah berkesempatan untuk memuaskan keindahan seni arsitektur yang ditampilkan. Sebagaimana yang diketahui bahwa pembangunan Masjid ini menggunakan arsitek adalah negeri Belanda yang memiliki nama Theodoor Van Erp.

Masjid Raya Al Mashun

Akan tetapi selanjutnya hal ini dilakukan pelimpahan kepada seorang bernama J.A Tingdeman. Ciri khas yang ditonjolkan oleh gaya arsitektur pada bangunan ini mengusung perpaduan corak Melayu, Arab, kemudian Spanyol dan juga India. Keindahan seni arsitektur ini bisa jamaah temukan di beberapa bagian Masjid berikut:

Masjid Raya Al Mashun

1. Ornamen

Untuk sisi menarik pertama dari seni arsitektur masjid agung ini ada di bagian ornamen yang dihadirkan. Pasalnya ornamen tersebut mengusung sejumlah motif seperti alam, kemudian fauna, ada kaligrafi dan lainnya.

Masjid Raya Al Mashun

Masjid Raya Al Mashun

2. Bentuk Masjid

Sisi menarik lain dari Masjid ini adalah tampilannya berbentuk segi delapan. Hal ini dilengkapi dengan adanya pilar utama yang telah memakai teknologi beton. Bahkan beberapa bagian Masjid lain ada yang menggunakan gaya kerajaan Moghul.

Lihat Juga: Masjid Agung Bengkulu

Demikian sekilas informasi mengenai Masjid Raya Al Mashun yang menawarkan sejumlah keindahan seni arsitektur. Dengan begitu diharapkan supaya para jamaah bisa lebih semangat serta nyaman saat menjalankan ibadah di masjid tersebut.

Ditulis oleh tim jam digital masjid dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Daftar Isi

error: Content is protected !!