Orang yang Mendengarkan Adzan Disebut Mustamik

Orang yang Mendengarkan Adzan Disebut

Adzan ialah seruan untuk melaksanakan ibadah shalat 5 waktu, Adzan terdiri dari lantunan kalimat yang indah. Seorang yang mengumandangkan adzan disebut muazin, sedangkan orang yang mendengarkan adzan disebut mustamik, yang memiliki arti pendengar.

Adzan menjadi penanda jika waktu jam sholat bagi umat Islam telah tiba, sehingga diharapkan segera mempersiapkan diri untuk beribadah.

Adzan pertama kali dikumandangkan oleh Bilal bin Rabbah pada tahun pertama Hijriah, Bilal bin Rabbah mendapatkan kesempatan istimewa sebagai muazin pertama yang mengumandangkan adzan.

Ketika adzan sedang berkumandang, sebagai orang Islam, hendaknya melakukan suatu perilaku yang baik. Terdapat 5 hal yang dapat dilakukan oleh orang Islam ketika sedang mendengarkan adzan, 5 hal tersebut adalah sebagai berikut:

Orang yang Mendengarkan Adzan Disebut 2

1. Berdoa

Perilaku pertama yang hendaknya diterapkan oleh orang Islam ketika adzan berkumandang, ialah berdoa kepada Allah SWT. Ketika adzan sedang berkumandang, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa, berdoa memohon kelancaran rezeki, diberi kesehatan serta doa lainnya.

Selain memperbanyak membaca doa ketika adzan sedang berkumandang, umat muslim juga dapat memperbanyak berdoa atau membuat permohonan kepada Allah diantara adzan dan iqamah. Karena menurut Anas bin Malik menegaskan bahwa memperbanyak doa diantara waktu adzan dan iqamah, niscaya tidak akan ditolak doa tersebut.

2. Mendengarkan Sepenuh Hati

Perilaku baik selanjutnya yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat muslim adalah mendengarkan dengan sepenuh hati. Ketika adzan sedang berkumandang, orang yang mendengarkan adzan disebut mustamik hendaknya mendengarkan adzan dengan penuh perhatian. Sehingga orang Islam mudah tergerak untuk segera bersiap melaksanakan ibadah shalat 5 waktu. Tidak menunda-nunda waktu shalat, apalagi sampai meremehkannya.

3. Memohon Berkah

Memohon berkah untuk Nabi Muhammad SAW menjadi perilaku yang perlu diterapkan oleh orang Islam ketika sedang mendengarkan adzan yang dikumandangkan oleh muazin. Seperti salah satu sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, menyebutkan bahwa seseorang yang memohon berkah ketika mendengarkan seorang muazin menyerukan doa.

Kemudian mengulangi perkataannya dan memohon berkah atas Nabi Muhammad SAW satu kali, maka akan dibalas oleh Allah sebanyak sepuluh kali berkah untuknya. Jadi, seseorang yang memohon berkah kepada Allah SWT untuk baginda Nabi Muhammad SAW, akan mendapatkan berkah sebanyak sepuluh kali lipat setiap satu kali permohonan.

4. Mengucapkan Kalimat yang Dikumandangkan

Ketika muazin sedang mengumandangkan adzan, umat muslim juga dapat mengucapkan kembali kalimat yang diucapkan oleh muazin. Hal ini dapat menambah tabungan pahala yang hampir setara dengan pahala yang didapatkan oleh muazin. Namun, perlu diingat, untuk lafaz hayya ‘alas-shalah serta lafaz hayya ‘alalfalah, mustamik mengucapkan lafaz yang berbeda, yaitu lahaula walaquwata illabillah.

5. Bershalawat

Setelah muazin selesai mengumandangkan adzan, disunnahkan bagi muazin maupun umat muslim sebagai mustamik untuk bershalawat dengan suara pelan supaya tidak mengganggu yang lain. Bershalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW sangat dianjurkan ketika memiliki waktu senggang untuk menambah pahala serta meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Karena dengan bershalawat, hati menjadi tenang dan pikiran semakin jernih untuk dapat berpikir lebih positif.

Ketika muazin sedang melantunkan kalimat indah berupa seruan untuk mengingatkan serta mengajak semua umat muslim untuk melaksanakan ibadah salat 5 waktu, hendaknya menghargai dan melakukan perilaku baik.

Orang yang mendengarkan adzan disebut mustamik, sebagai mustamik hendaknya mendengarkan dan melakukan perilaku baik dengan posisi duduk atau juga berdiri. Saling menghargai kepada sesama manusia, merupakan contoh perilaku yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

error: Content is protected !!